Selasa, 13 Maret 2012

Pariwisata Alam di Manado

Kepulauan
Kota Manado mempunyai 3 (tiga) wilayah pulau yang berpenghuni, yaitu pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen. Luas dan panjang garis pantai dari masing-masing pulau tersebut, yakni pulau Manado Tua luasnya 1.028, 27 hektar dengan garis pantai 12.174 meter, pulau Bunaken luasnya 804, 56 hektar dengan garis pantai 17.079 meter, dan pulau Siladen luasnya 49,48 hektar dengan garis pantai 2,928 meter. Ketiga pulau tersebut memiliki taman laut yang sudah terkenal didunia dengan kekayaan alamnya dan keindahan kehidupan di bawah laut disertai flora dan fauna khas dan bervariasi.
Laut
Perairan laut Kota Manado kaya dengan habitat mangrove, padang lamun, dan terumbu karang sebagai tempat hunian berbagai jenis vertebrata dan invertebrata laut juga biota laut lainnya yang dihuni oleh beraneka macam ikan yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 jenis, seperti jenis ikan napoleon dan jenis ikan purba yaitu ikan raja laut (coellacanth).
Flora Dan Fauna
Wilayah Kota Manado khususnya di daerah dataran tinggi sekitar 100 s/d 500 m, ditumbuhi tanaman kelapa, bambu, mangga hutan, pandan hutan, woka hutan, lengkuas hutan, kayu sirih, tagalolo, kayu kambing, dan semak alang-alang. Jenis tumbuhan pohon palma, pohon sagu, pohon silar, bunga-bungaan, umbi-umbian, dan rumput-rumputan banyak terdapat di daerah dataran rendah. Dunia binatang terdiri dari hewan piaraan, seperti anjing, babi, kambing, ayam, bebek, dan jenis unggas lainnya. Sedangkan hewan liar, seperti ular patola, yaki (kera hitam), kuskus, soa-soa, burung hantu, burung elang tikus, burung kowak-kowak, dan berbagai jenis burung lainnya serta aneka serangga dan kelelawar banyak terdapat di daerah dataran tinggi dan daerah kepulauan.
Sungai
Dari wilayah pegunungan Kota Manado mengalir 5 (lima) sungai yang cukup besar melintasi dataran rendah dan bermuara di teluk Manado, yaitu sungai Tondano, sungai Tikala, sungai Bailang, sungai Sario, dan sungai Malalayang.
Hutan
Hutan di Kota Manado terdiri dari hutan lindung yang terdapat di puncak gunung Tumpa dan puncak gunung pulau Manado Tua yang berfungsi sebagai pensuplai air bagi penduduk serta sebagai penyangga dari kemungkinan meluasnya daerah kritis dan menjaga kelestarian Taman Laut Bunaken. Hutan mangrove terdapat di daerah pantai Molas, pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen sebagai ekosistem pesisir yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan hidup berbagai biota laut.
Bentang Alam
Keadaan alam wilayah Kota Manado, yaitu morfologi pedataran kemiringan lereng 0-5% menempati daerah pantai dan muara sungai, ketinggian antara 0-25 m di atas permukaan laut. Lebar dataran dari sekitar 10 m hingga 2.500 m dari garis pantai ke arah daratan. Morfologi perbukitan bergelombang, kemiringan lereng berkisar 5-15 %, dibeberapa tempat > 30 % ketinggian antara 0-200 m di atas permukaan laut mengisi pantai belakang. Morfologi perbukitan terjal, kemiringan lereng antara 15-70 % hingga lebih dari 70 %, ketinggian berkisar 0-1.500 m di atas permukaan laut.
Iklim
Kota Manado memiliki musim penghujan dan musim kemarau dengan banyak cahaya matahari disertai tiupan angin yang sepai-sepoi serta hawa yang sejuk. Pada bulan oktober hingga bulan maret tahun berikutnya merupakan musim penghujan. Sedangkan musim kemarau mulai bulan april hingga bulan september. Suhu udara pada musim dingin mencapai 30° c dan pada musim panas mencapai 32°c. Curah hujan mencapai 2.669 mm dengan perhitungan curah hujan rata-rata satu hari mencapai 16.475 mm. Keadaan angin dipengaruhi oleh angin muson sehingga tergolong beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 22,5 s/d 30°c pada bulan nopember, desember sampai bulan april yang merupakan bulan basah dengan bertiup angin barat yang kering sehingga pantai Manado bergelombang. Pada bulan mei sampai oktober bertiup angin dari arah selatan dan tenggara. Pada pagi hari matahari selalu memancarkan panorama sunrise dan panorama sunset di sore hari. Sedangkan pada malam hari, ketika saatnya tiba, langit senantiasa diterangi oleh cahaya bulan purnama dikelilingi cahaya bintang bertaburan.
Deskripsi:
Manado sudah dikenal lama dan populer diantara orang – orang Eropa dengan hasil buminya dan keindahan alam, Kata Manado berasal dari bahasa daerah Minahasa yaitu Mana rou atau Mana dou yang dalam bahasa Indonesia berarti “di jauh”. Hal tersebut tercatat dalam dokumen-dokumen sejarah Tahun 1658.
Kota Manado adalah Ibukota dari Sulawesi Utara, kadang orang seringkali menyebut Manado sebagai Menado, Motto Sulawesi Utara adalah Si Tou Timou Tumou Tou, sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa. yang berarti: "Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain" atau "Orang hidup untuk menghidupkan orang lain". Oleh karena itu Manado dikenal sebagai salah satu tempat Pariwisata terbaik di Indonesia, karena memiliki alam yang indah dan budaya yang cukup kental. Kota Manado dikelilingi oleh wilayah pegunungan dan oleh karena itu terkenal dengan udaranya yang sejuk. Manado juga berada di tepi pantai Laut Sulawesi persisnya di Teluk Manado. Pulau Bunaken terletak tidak jauh dari pantai Kota Manado. Penduduknya dikenal ramah dan terbuka.
Untuk berwisata keliling Manado kita bisa menyewa mobil untuk lebih nyamannya berkeliling selain itu Sistem transportasi darat Kota Manado dilayani oleh minibus angkutan kota yang biasa disebut mikrolet, taksi argo dan Bus DAMRI, namun kini Bus yang beroperasi di dalam kota sudah tidak ada. Sebagian besar rute dalam kota dilayani oleh mikrolet yang menghubungkan beberapa terminal bus dalam maupun luar kota dengan pusat kota Manado.Mikrolet umumnya beroperasi hingga pukul 22.00 wita (hari kerja) atau pukul 00.00 wita (akhir pekan). 



Name : Rita Apriliani Harsoyo
NPM : 16611286
Class : 1 SA 05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar