Jumat, 15 November 2013

5 Destination that I Want To Go To There!

South Korea

South Korea! Do you know about that place? Yuumm you must know that place. I love that place but not really with the artists there x(

This is the 5 destination in South Korea

1. Seoul
Seoul City is a business and cultural center in South Korea where skyscrapers tower over Buddhist temples. The Seoul Tower built on top of a peak in Namsan Park. Tea houses and shops of Insadong Korean style gives the sense of taste which can make you become more experience is with visit to the museum field and Gyeongbokgung. 

2. Jeju
Jeju is a place withunique attractions, This is not to shame! Jeju is a popular honeymoon destination for sunrises and romantic sunsets, mild climate and beautiful sandy beaches. Adventurers can climb to Baeknok lake on top of Mount Halla, the highest peak in South Korea. 










3. Busan




Busan is the second largest city in Korea. Tourists often come to this area to hike and visit Buddhist temples located deep in the mountains in the region. The Beomeosa Temple, founded in 678 AD, probably one of the most visited temples in the area and is always packed with pilgrims and tourists. For art enthusiasts, Busan offers several museums and historic buildings.

4. Kkotji Beach

Wide sandy beaches with many pine forests. Very beautiful, cool, and clean. I love the beach, so I really wanted to go there








5.Seongsan


Each January 1 beginning of the year is a great time to watch the sunrise when the number of tourists from across the country are very much at all.










RITA APRILIANI HARSOYO
16611286
3SA04

Tulisan Investigasi

PAUD MUTIARA KENCANA

Berniat untuk mendirikan PAUD, Ibu Meliawati mendirikan PAUD berkat motivasi orang di sekitarnya
“Berawal pada tahun 2009, saya mengikuti kegiatan PKK Desa Gunung Kencana, saya di arahkan untuk mendirikan dan memiliki sebuah PAUD binaan PKK Desa”. Ujar Ibu Meliawati seorang ibu rumah tangga di desa Gunung Kencana. Dia seorang ibu yang bermotifasi sangat besar, mempunyai keinginan yang kuat untuk mendirikan sebuah PAUD karena melihat anak-anak usia dini di kampungnya yang belum mendapatkan pendidikan usia dini.
“Dengan motivasi anak-anak yang berada di lingkungan tempat tinggal saya dan dorongan dari pengurus PKK Kab. Lebak, dengan tekad dan niat yang bulat dan tulus saya dirikan PAUD dengan nama Mutiara Kencana” ujar ibu Meliawati dengan tersenyum. Beliau termotivasi dari orang-orang di sekitarnya yang selalu memberikan semangat. Beliau bercerita bahwa nama “Mutiara Kencana” diambil untuk mengenang anaknya yang bontot yang bernama Mutiara.

Hanya Berbekal Keikhlasan dan Harapan Ingin Mencerdaskan Anak-anak Usia Dini di Sekitarnya
Tempat mereka belajar adalah tempat yang sederhana pada saat itu, mereka belajar dan bermain bersama dengan riang walaupun berada pada tempat yang kurang memadahi. Dengan 2 orang tutor yaitu Ibu Meliawati dan temannya yang bernama Sri Andayani, anak-anak bermain dan belajar di garasi samping rumah Ibu Meliawati. Ibu Meliawati bercerita bahwa beliau tidak mendapatkan honor dari manapun, dia dan temannya mengajar dengan ikhlas dan ingin mencerdaskan anak-anak di Kampungnya yang tidak mendapat layanan pendidikan anak usia dini.
“Pada tahun 2010, kami mengajarkan ijin operasional ke Dinas Kab. Lebak”. tutur Ibu Meliawati. Ibu Meliawati berkata, baru pada tahun 2011 kami mendapatkan legitimasi berupa izin operasional penyelenggaraan PAUD Mutiara Kencana.

Bangga dan Senang Karena PAUD Mutiara Telah Diakui
“Dengan terbitnya Ijin operasional, kami merasa bangga dan senang karena berarti PAUD kami sudah diakui keberadaannya oleh Dinas Kabupaten”. Ibu Meliawati berkata. Seiring waktu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mutiara Kencana berjalan selama itu anak-anak dan tutor bersemangat dalam belajar meski dengan sarana dan prasarana yang terbatas. Melihat animo orangtua untuk menyertakan anak-anaknya belajar di PAUD Mutiara Kencana, mereka berupaya sekuat tenaga untuk mendapatkan layanan PAUD yang layak. Akhirnya pada tahun 2012, mereka mengajukan permohonan bangunan gedung PAUD kepada Direktorat PAUDNI Kemdikbud. “Alhamdulillah, permohonan kami dikabulkan”. tutur Ibu Meliyawati dengan tersenyum.
Pada bulan Mei 2012, mereka mendapatkan undangan untuk mengikuti Bin. Tek. Pemb. UGB PAUD tahun 2012. Satu bulan kemudian, mereka melaksanan pembangunan UGB PAUD Tahun 2012.

“Kami berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan gedung yang representatif sesuai dengan Juknis yang kami terima, kiranya harapan dan impian kami selama ini mendapat ridho dari Tuhan YME”
Begitulah ucapan yang keluar dari Ibu Meliyawati dengan semangat yang membara. Mereka terus berjuang dan sangat bersyukur atas apa yang mereka dapatkan. Perjuangan mereka berbuah hasil, gedung yang mereka bangun dari bantuan APBN di luar prediksi mereka, rupanya gedung mereka menjadi sample pembangunan Unit Gedung Bangunan PAUD periode berikutnya.  “Di samping rasa bangga sekolah kami mendapatkan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih dari memadahi, ada rasa prihatin bagi saya sebagai pengelola PAUD”. Ibu Meliyawati berkata. Rupanya, Ibu Meliyawati belum mampu memberikan imbalan yang layak kepada para tutornya. Mereka baru bisa dibiayai Rp. 100.000,- perbulan karena partisipasi orangtua kepada lembaga hanya Rp. 20.000,- perbulan.
“Keinginan saya meningkatkan kesejahteraan mereka agar mereka mengasuh peserta didik PAUD ini dengan lebih baik lagi, kami ingin mengupayakan penghasilan untuk para tutor saya dengan beternak itik”. Tutur Ibu Meliyawati.
“Kiranya ada pihak-pihak yang berkenan memberikan bantuan modal untuk menjalankan rencana kami sangat kami nantikan”. Ibu Meliyawati berkata.
Harapan mereka yang lain adalah lembaga mereka segera mendapatkan legistimasi dari pihak pemerintah pusat berupa :
-         NPSN untuk PAUD Mutiara Kencana
-         NUPTK untuk para tenaga pendidik mereka


Rita Apriliani Harsoyo
16611286
3sa04


Jurnalistik - Opini

Indonesia yang Saya Banggakan? Atau Sebaliknyakah?


image source : www.baladika.info

Miris jika saya melihat apa yang terjadi di Indonesia ini. Korupsi bukannya hal yang dihhindari, bahkan telah menjadi kebiasaan. Harus bagaimana? Rasanya ingin pindah saja. Indonesia yang selalu saya banggakan, tetapi kelakuan pemerintahnya sangat tidak pantas. Bayangkan saja, di negara kita ini banyak sekali homeless re: orang yang tidak mempunyai rumah, kemiskinan dimana-mana, anak-anak yang tidak bisa bersekolah, orang-orang yang tidak mampu. Tetapi pemerintahnya seperti tidak punya adat.

Korupsi uang negara miliaran rupiah dan maling ayam sama-sama tindak kejahatan pidana. Tapi saat pelaku kejahatan itu diproses hukum, umumnya maling dan juga pelaku tindak pidana lain, sering tertunduk atau menutup mukanya saat disorot kamera televisi. 

Hal ini bertolak belakang dengan pejabat negara yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. Mereka tak jarang terlihat menebar senyum, melambaikan tangan, mengacungkan dua jempol jarinya, atau memberi salam metal saat disorot kamera televisi atau dijepret fotografer. 

Mereka rata-rata mempunyai pendidikan yang tingi, bahkan sangat tinggi. Tapi bukannya dimanfaatkan untuk menjernihkan dan memperbaiki nama bangsa Indonesia, mereka sebaliknya. Merka tidak berpikir jika mereka sebagai pemerintah tugasnya adalah mengangkat dan mengayomi tugasnya sebagai petugas terhormat yang sangat diharapkan dapat menjunjung negara, memperbaiki tatanan negara, melindungi segenap bangsa. Kacau,  mereka sebaliknya. Bahkan bisa pergi-pergi, jalan-jalan, cengar-cengir. 

Lebih baik Indonesia dijajah Belanda dan Jepang sekalian, daripada merdeka. Ah, cuma namanya saja merdeka. Tapi kita ini terjajah. Ya, terjajah oleh pemerintahnya sendiri. Dikacaukan oleh pemerintahnya sendiri. Sedih bukan?


RITA APRILIANI HARSOYO
16611286
3SA04

Tulisan News

Aturan Investasi Minuman Beralkohol akan Dilonggarkan

Rapat Koordinasi Perekonomian sudah memutuskan untuk membuka sejumlah sektor yang selama ini tertutup. Bandar udara dan pelabuhan kini bisa dikelola asing seratus persen. Investor asing juga diberi keleluasaan masuk ke terminal barang, terminal darat, dan periklanan. Kalau tak ada aral melintang, keputusan itu akan dituangkan dalam revisi Perpres Daftar Negatif Investasi (DNI). Kebijakan terakhir terkait adalah Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010.
Selain kelima sektor tadi, Pemerintah juga melonggarkan aturan kepemilikan saham di 10 bidang usaha. Kepala BKPM Mahendra Siregar menyebut antara lain industri farmasi, wisata alam, distribusi film, dan lembaga keuangan.
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa, mengakui salah satu bidang usaha yang akan direlaksasi adalah minuman beralkohol. Tetapi buru-buru Hatta menimpali kelonggaran itu tak diperuntukkan bagi investor baru. “Kami tak memberikan izin untuk pendatang baru,” ujarnya, usai rapat koordinasi, Rabu (06/11) pekan lalu.
Dijelaskan Hatta, relaksasi aturan investasi minuman beralkohol hanya untuk melayani kepentingan perhotelan, sekaligus menghindari kebijakan impor. Kebijakan itu tampaknya merupama respon pemerintah atas demand minuman beralkohol baik di dalam negeri maupun di luar.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurti mengatakan, Pemerintah akan melihat respon pasar ketika minuman beralkohol benar-benar dibuka. “Tapi ini kita (pemerintah) buka minuman beralkohol dan kita lihat nanti bagaimana respon market-nya,” kata Bayu di Jakarta, Kamis (7/11), kemarin.
Pemerintah, kata Bayu, akan mengembangkan kebijakan minuman beralkohol setelah melihat respon pasar. Satu hal yang perlu digarisbawahi, pemeringtah ingin kebutuhan minuman beralkohol diproduksi di dalam negeri ketimbang impor. Namun yang tak kalah penting, kata Bayu,  pengawasan. Setelah direlaksasi, pengawasan terhadap minuman beralkohol harus diperkuat.
Berdasarkan catatan hukumonline, rencana relaksasi aturan minuman beralkohol ini muncul tidak lama setelah DPR mulai membahas RUU Pengaturan Minuman Beralkohol. Maret lalu, Badan Legislasi DPR mulai membahas draf RUU tersebut.
Cuma, semangat RUU ini bisa jadi agak berbeda dengan relaksasi yang sekarang digagas Pemerintah. RUU Pengaturan Minuman Beralkohol justru ingin memperketat pengawasan dan perizinan minuman beralkohol.
Anggota Badan Legislasi DPR, Harry Witjaksono, mengatakan selama ini aturan tentang minuman beralkohol tersebar di beberapa peraturan. Diantaranya, UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Permen Perindustrian No. 71/M-IND/PER/7/2012 tentang Pengendalian dan Pengawasan Industri Minuman Beralkohol.

Rita Apriliani Harsoyo
16611286
3SA04

Tulisan Feature

          

Keterbatasan Bukan Segalanya, Bersyukurlah

           Saat kumandang azan Dhuhur bergema di langit Parung Bogor, seorang pria paruh baya bergegas meninggalkan perkebunan jambu  biji menuju rumah sederhana untuk sholat dan melepas lelah sejenak. Nampak wajah dan kaos biru yang melekat ditubuhnya dibasahi keringat karena udara siang itu begitu menyengat kulit.

           Rupanya, Ajit (53) baru saja selesai menyemprot alang-alang di perkebunan jambu biji dengan luas 12 hektar yang tak jauh dari wilayah program Zona Madina milik Dompet Dhuafa. Sudah 11 tahun ini, Ajit bekerja sebagai penjaga perkebunan milik Bedu Amang, bekas Menteri Bulog era Soeharto. “Tugas saya merawat kebun, mencangkul, memangkas rumput dan memberi pupuk serta memanen buah,” ujar Ajit.

           Di kebun yang ditanami 5,000 pohon jambu, 1,000 pohon jeruk dan 800 pohon belimbing itu hanya ditangani 10 orang. Ajit menceritakan, dulu  perawatan kebun sebenarnya dikerjakan oleh 23 orang. Namun kini sudah berkurang karena para pekerja harian kurang cocok dengan gaji yang diterima. Menurutnya, sejak beroperasi tahun 2000 hingga saat ini upah tenaga kerja harian tidak pernah naik dan hanya di gaji 20 ribu rupiah. “Tidak ada kenaikan gaji,” kata Ajit singkat.

          Namun pria asli Cirebon ini lebih bersyukur, karena gaji harian yang diterimanya lebih besar dibanding rekan-rekan kerja lain. Aji bekerja dari pukul 08.00 – 16.00 WIB, dari pekerjaan yang menguras tenaga ini hanya dihargai 32,500 rupiah per hari. “Alhamdulillah, walau sering kekurangan saya tetap bersyukur atas rezeki yang didapat,” kata Ajit penuh syukur.

         “Walau digaji kecil, saya harus tetap bekerja karena kalau tidak masuk kerja, maka kasihan anak istri harus menahan lapar,” ungkap Ajit. Menurutnya, tiap hari harus mengeluarkan minimal uang 25 ribu rupiah untuk belanja beras satu liter dan belanja sayuran 20 ribu rupiah. Tapi kalau ditambah dengan biaya sekolah anak bisa lebih dari itu.

         Walau dalam keterbatasan perekonomian keluarga, Ajit tetap bersabar dan menjalin hubungan baik dengan para tetangga, sehingga jika ada tetangga yang datang malam-malam minta jambu untuk obat tetap dilayaninya, “Kasihan mereka minta jambu untuk obat demam berdarah,” katanya.

         Karena kebaikannya ini, dia dikenal banyak orang hingga lingkungan aparat desa. Suatu hari, pria yang pernah berjualan es buah ini mendapat kabar baik dari Anan Sugiono, Kepala Dusun RT 03/ RW 04 Kelurahan Jampang Parung Bogor, bahwa ada program pemberdayaan peternak dari Kampoeng Ternak Jejaring Dompet Dhuafa. Dan menyarankan Ajit untuk mendafar dalam program ini.

          Ajit tidak menyiakan kesempatan baik ini, bergegas dia langsung mendaftar. Selama proses seleksi, Dia selalu mengikuti agenda rapat tiap pekan sekali dengan para penerima manfaat lainnya. Ajit mengungkapkan dalam rapat dibahas materi-materi skill seputar pemeliharaan dan perawatan domba/ kambing juga materi keagamaan, “Materi agama yang disampaikan sangat menyentuh hati, karena mengingatkan akan kebesaran dan kemurahan rezeki Allah SWT,” imbuhnya.


Rita Apriliani Harsoyo
16611286
3SA04

Kamis, 07 November 2013

Conversation between me and tourists

This conversation is between tour guide and tourists from Philippine, Here I am being the tour guide and I explain and tell the tourists about beautiful place at Pulau Seribu.

Me : Hallooo, selamat pagi, welcome to Indonesia. Are you Mr. and Mrs. Joseph? If I'm right, I am your tour guide here.

Mr. and Mrs. Joseph : Yes, we are. Let me know your name?

Me : I'm right? Yaaa I want to tell my name. My name is Rita, I am tour guide in this place and I know much beautiful place here.

Mr. Joseph : Yes this place look so beautiful seems like my hometown, Philippine.

Me : Really? Yes, we are on same country, Asia. So I think the beautiful of our place is seems resemble.

Mr. Joseph : Yes, Indonesia is beautiful place my friends says that. So I want to spend my holiday with my lovely wife here.

Me : Yes, my country is so beautiful i think. As a tour guide, I know much about Indonesia.

Mrs. Joseph : Hahaa, I know you're great tour guide. So, lets we go to somewhere attractive!

Me : Wait, in this island, Indonesia has much Island here. Tidung, Pari, and Pramuka Island. So where we'll go? Tidung Island, Pari Island, or Pramuka Island?

Mr. Joseph : Show me the most beautiful place between that islands.

Me : Ummmmm, I think we must go to Tidung Island, that island more familiar then the others. Ok, that's our speed boat. We can arrive here at least 1 hour with this.

Mrs. Joseph : This boat is safe? Ok I believing you Rita.

1 hour later.....

Me : Here we are! welcome to Tidung Island, let me show you your inn. Yo can stay and get some rest.

Mr. and Mrs. Joseph : What a beautiful place! Ok lets go there!

Me : Mr. and Mrs. Joseph, this is your inn. This is my phone cell so if you need some help, you can call me.

Mrs. Joseph : Oh thank you so much Rita. I'll call you if I need some help.

Me : Ok Mr. and Mrs Joseph, get happy holiday!

Mrs. Joseph : Thank you Rita, see you!

Me : See you Maam!


RITA APRILIANI HARSOYO
16611286
3SA04
SOFTSILL KEPARIWISATAAN





Senin, 10 Juni 2013

Business Ethic

            For the international community, the business is an activity that can not be separated in the day-to-day activities. Not saturate the businessmen to promote and expand their business in order to make a profit as possible. Ranging from emerging superpower to do business for their livelihood. Similarly, the Indonesian who does not want to compete with other developed countries.

             In Indonesia, the business development advanced rapidly along with the development of technology and information. Ranging from the traditional business and business on-line. Even the market share of on-line business and the wider course can earn maximum profit though some people doubt the quality of the products offered on-line.

              However, among businesses that generate profits, there are still a lot of businessmen who ignore good business ethics, such as not paying attention to customer satisfaction with the products sold.
Indeed, business ethics should be embedded in the soul of the business, because with good business ethics is not only profit but only gained satisfaction and keloyalitasan konsumenpun be found also. To that end, the businessperson should know what things are allowed to do and what not to do by a businessman.
In this paper, we will elaborate further on business ethics that should be done by the businessmen.

              Definition of Ethics
The word ethics comes from the Ancient Greek "ethikos" meaning arising from habit. Ethics includes the analysis and application of a concept such as good, bad, right, wrong and responsibility.

Below is a definition of ethics according to experts:
© According to the Dictionary of Bhs. Indonesia (1995) Value Ethics is about right and wrong that followed a group or society
© According Maryani & Ludigdo (2001) "Ethics is a set of rules or norms or guidelines that govern human behavior, whether that should be done and who should be left that embrace by a group or class of the public or the profession"
© According to White (1993) ethics is a branch of philosophy that deals with moral goodness and evaluate human action.

From the definitions that have been expressed above, it can be concluded that ethics is a guideline that govern human behavior and assess, whether the behavior to be abandoned, and the behaviors that should be done.

However, ethics is usually closely related to the moral way of relating to one's life by doing good deeds and avoiding bad actions.

Ethical and moral containing the same sense, however, in the day-to-day activities there is a difference. Moral judgment is more to be done, while the mean ethics review system values ​​take effect.

Business Definition
In economics, business is an organization that sells goods or services to consumers or other businesses, for a profit.

However, historically the language of business Inggrisbusiness, busy from the word which means "busy" in the context of individual, community, or society. In that sense, busy with activity and profitable work. Sources: According Steinford (1979): "Business is all those activities INVOLVED in providing the goods and services needed or Desired by people". In this sense as a business activity that provides goods or services needed or desired by the consumer.

Definition of business ethics
Definition according to experts:
© According to Brown and Petrello (1976) Business Ethics: "Business is an institution roomates produces goods and services DEMANDED by the people". Which means that the business is an organization that produces goods and services needed by the community. If the needs of the community increases, the agency will also increase business development to meet those needs, while gaining profits.
© According to Velasquez (2005) Business ethics is a specialized study of the moral right and wrong. This study concentrates on moral standards as applied in policies, institutions, and business conduct.
Thus, it can be concluded that business ethics is the study of formal standards and how the standards are applied to the system and the organization of modern society that is used to produce and distribute goods and services and applied to people who are in the organization

Ethics is Good Business
Things - things that must be considered in creating a business ethics are:
1. Self-control, self-control must be embedded in the souls of good businessperson. With the self-control, the business will be run in accordance with what is expected.
2. The development of social responsibility (social responsibility), in addition to self-control, responsibility is the most important thing in the business world. Without responsibility, the business will not be in accordance with what is expected, not maximum profits and consumer loyalty will decrease.
3.Keep identity and not easy to be swayed by the rapid development of information and technology
4. Create healthy competition, as a good businessman, does not need to commit fraud or other acts which are not in accordance with business ethics. Thus, healthy competition is very necessary for every business.
5. Applying the concept of "sustainable development"
6. Avoiding the nature 5K (Katabelece, collusion, connection, collusion, and the Commission)
7. Able to state that right is right
8. Foster mutual trust between groups and factions of the powerful businessman down
9. Consistent and consistent with the rules that have been agreed

Kamis, 02 Mei 2013

Perencanaan Bisnis Kewirausahaan

Cara untuk penetapan tujuan serta bagaimana cara untuk mencapai tujuan.

Dokumen tertulis yang menerangkan tentang bisnis yang akan dijalankan, dan bagaimana rencana pemasaran, produksi, SDM, keuangan serta analisis resiko dan hasil.
Pembuat perencanaan bisnis :
1. Wirausaha
2. Konsultan

Pengguna :
1. Inverstor atau Bank → profittabilitas
2. Konsultan → pengembangan produk
3. Suplier
4. Konsumen → ekspektasi produk

Faktor–faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan bisnis :
1. Tujuan usaha → komitmen → kesungguhan
2. Komitmen dalam menjalankan usaha
3. Batasan waktu

Manfaat perencanaan bisnis :
1. Dapat mendekati asumsi kebenaran
2. Membandingkan hasil dengan rencana
3. Alat komunikasi untuk meyakinkan pihak lain
4. Wirausaha dapat berfikir kritis dan objektif

Informasi yang dibutuhkan dalam membuat perencanaan bisnis :
1. Informasi keuangan
Modal usaha → sendiri dan pinjaman
2. Informasi pasar
Melihat besarnya permintaan, bagaimana saluran distribusi, konsumen potensial
3. Informasi produksi
Bahan baku, teknologi dan SDM
KWU = Ide + Kreativitas + Inovatif
Sumber ide dalam membentuk usaha :
1. Budaya individu → life style
2. Rekan kerja → teman yang kreatif atau punya keahlian
3. Keluarga → bisnis keluarga
4. Guru atau penelitian
5. Pemasaran (permintaan dan ditribusi barang)
6. Keuangan → menentukan ide
7. Pemerintah → PP, kebijakan

Metode memperoleh ide :
1. Kelompok diskusi (focus group) → ide masing-masing → analisa → tindak lanjut
2. Brainstorming → diskusi berdasrkan pengalaman sebelumnya
3. Problem inventory analysis → ide muncul berdasarkan kondisi permasalahan

Tahapan perencanaan usaha dan pengembangan produk :
1. Ide atau gagasan
2. Konsep → perencanaan bisnis
3. Pengembangan produk
4. Uji pemasaran → launching mengunakan alat promosi
5. Komersialisasi → penjualan

Proses pengembangan usaha dilakukan dengan :
1. Akuisisi, dilakukan dengan memperhatikan :
- Evaluasi perusahaan
- Kerjasama yang dilakukan
- Aspek hukum
- Kemampuan manajemen
- Sengketa pengambilalihan
2. Joint venture, dilakukan dengan memperhatikan :
- Sejarah usaha
- Aktivitas usaha baru
- Bentuk kerjasama
3. Leverage buy out


Strategi terhadap tantangan pengembangan usaha :
1. Strategi pengaruh negatif dalam memasuki pasar baru
2. Strategi persaingan para pengganti
3. Strategi kelangkaan sumberrdaya manusia
4. Strategi memimpin pasar
5. Strategi bagi pencipta peluang
6. Wirausaha ahli strategi

Penyebab kegagalan dalam memilih peluang usaha baru :
1. Tidak obkjektif
2. Kurang melakukan pendekatan dengan pasar
3. Tidak memahami kebutuhan teknis
4. Kurang memperhatikan kebutuhan financial
5. Tidak memliliki differensiasi produk
6. Tidak memahami masalah hukum

Ruang lingkup usaha digambarkan dengan :
1. Sejarah usaha
2. Latar belakang usaha
3. Lokasi dan skala usaha
4. Produk atau jasa yang dihasilkan
5. SDM dan peralatan yang dibutuhkan

Unsur-unsur yang harus ada dalam perencanaan bisnis :
1. Rencana pemasaran
2. Rencana produksi
3. Rencana keuangan
4. Rencana SDM dan organisasi
5. Analisa resiko dan hasil
6. Batasan waktu

Bagian proposal bisnis :
I. Pendahuluan
II. Analisis industri
III. Diskripsi usaha
IV. Perencanaan pemasaran
V. Perencanaan produksi

Marketing Plan :
Rencana pemasaran menggambarkan bagian-bagian penting dari rencana bisnis untuk usaha baru yang terpusat pada kegiatan-kegiatan pelaksanaan usaha dan hubungannya dengan marketing mix.
Rencana pemasaran merupakan strategi utama yang akan dijalankan dalam tiga tahun pertama suatu usaha baru, dan rencana pemasaran harus diduking oleh riset pasar dan analisis lingkungan.
Riset pasar memberikan informasi berupa :
1. Siapa yang akan membeli barang atau jasa
2. Besarnya pasar potensial
3. Harga
4. Strategi promosi
5. Konsumen potensial

Riset pasar penting karena :
1. Menjelaskan tujuan dan sasaran
2. Mengumpulkan data
3. Mengumpulkan informasi
4. Analisis dan penilaian hasil

Ciri-ciri marketing plan :
1. Menyediakan strategi untuk mencapai misi dan tujuan perusahaan
2. Sumberdaya dan alokasi sumberdaya yang jelas
3. Menjelaskan pelaksanaan rencana pemasaran
4. Mengembangkan rencana pemasaran secara terus menerus untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka panjang
5. Menggunakan asumsi-asumsi berdasarkan keadaan
6. Ringkas jelas dan fleksibel

Faktor-faktor dalam membuat marketing plan :
1. Situasi bisnis
2. SWOT
3. Tujuan dan sasaran
4. Strategi dan program
5. Anggaran
6. Pengawasan
7. Tanggung jawab pelaksanaan
8. Koordinasi
9. Implementasi

Analisis lingkungan :
1. Lingkungan internal
- Modal
- Manajemen
- Tujuan dan sasaran
2. Lingkungan eksternal
- Ekonomi
- Budaya
- Teknologi
- Bahan baku/pemasok
- Pelanggan
- Peraturan
- Pesaing

Kendala dalam mencari modal dalam bisnis :
1. Kinerja atau konsep perusahaan meragukan, berasarkan pada :
a. Resiko bisnis yang terlalu tinggi
b. Tingkat keuntungan dan pengembangan investasi yang rendah
2. Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis
3. Kegagalan perusahaan untuk menindaklanjuti
4. Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal
5. Preferensi/pilihan dari pemodal


Tahap-tahap pembiayaan bisnis :
I. Pembiayaan tahap awal :
1. Pembiayaan.pendanaan modal benih (seed capital) dalam jumlah yang relatif keci
2. Pembiayaan/pendanaan pemula-pengembangan produk dan pemsaran awal
II. Pendanaan ekspansi atau pengembangan
III. Pembiayaan akuisisi

Penentuan hubungan financial perusahaan dilakukan dengan :
1. Penentuan kebutuhan kas untuk memulai usaha
a. Pendekatan pendapatan, mengembangkan jumlah modal yang diperlukan untuk menghasilkan sejumlah tertentu pendapatan tahunan.
b. Pendekatan tingkat sewa, menentukan jumlah penjualan dan kemudian modal yang dibutuhkan untuk mendudkung sewa yang dimaksud.
c. Pendekatan kas yang tersedia, dimulai dengan jumlah modal yang dimaksdu untuk menentukan pendapatan yang mungkin dari penggunaan yang efisien
2. Penentuan kebutuhan kas bagi perusahaan yang sudah ada, dilakukan dengan :
a. Membuat proyeksi laporan laba rugi
b. Membuat neraca dan arus kas
c. Membuat ringkasan kebutuhan dan penggunaan kas
d. Menentukan bagian dari kas total yang dibutuhkan untuk dibiayai dengan modal ventura

Sumber-sumber dari SDM :
1. Sumber yang berada di dalam organisasi
2. Sumber yang berada di luar organisasi
a. Lembaga pendidikan
b. Iklan
c. Badan penyedia tenaga kerja
d. Pesaing
Langkah-langkah penyediaan SDM :
1. Perekrutan
2. Seleksi
3. Penempatan
4. Orientasi
5. Pelatihan dan pengembangan
6. Penilaian prestasi kerja
7. Kompensasi

Tujuan perencanaan organisasi :
1. Perlindungan, yaitu meminimalkan resiko dengan mengurangi ketidakpasian disekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang diperlukan
2. Kesepakatan, meningkatkan tingkat keberhasilan
Pengorganisasian : Proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumberdaya dalam system manajeman. Fungsi pengorganisasisn sangat penting karena merpakan mekanisme untma wirausaha dalam mengaktifkan rencana.
Langkah utama dalam proses pengorganisasian :
1. Rencana dan tujuan yang jelas
2. Menetapkan tugas-tugas pokok
3. Membagi tugas pokok kedlam sub tugas
4. Mengevaluasi hasil dari strategi organisasi

Rita Apriliani H
16611286
2SA04

Selasa, 19 Maret 2013

Chairul Tanjung's Principle

    Chairul Tanjung, born in Jakarta, June 16, 1962 Successful entrepreneurs Indonesia origin is widely known as the founder and leader, CT Corp (prior to December 1, 2011 named The Group).


Career and life
Chairul born in Jakarta in a simple family. His father A.G. Tanjung is time journalist of the old order in a small newspaper. Chairul are in a family with six other siblings. When arriving in the New Order era, his father's business forced to close because the writing is considered dangerous and politically opposed to the rulers at that time. The situation is forcing parents to sell the house and move to stay in the narrow room inn.

After graduating from high school in 1981 Boedi Oetomo, Chairul continued his education at the University of Indonesia (dental school). in college he was known as an excellent student this is evident when he gets
Students awarded as National Model 1984-1985 period.

Instinct entrepreneurs began to emerge in him when he was a student, to finance his studies he was big enough to sell books and T-shirts stencilled lectures besides he also opened a copy of the business campus. Chairul also founded a medical and laboratory equipment shop in Senen Raya, Central Jakarta, but his effort was not successful,

After graduating from the Faculty of Dentistry, University of Indonesia, Chairul along with three colleagues founded the PT Pariarti Shindutama in 1987. With an initial capital of USD 150 million from Exim Bank, (PT Pariarti Shindutama is a company whose activities produce children's shoes for export). Because of tremendous hard work the company has secured orders of 160 thousand pairs of shoes from Italy. However, due to internal problems within the company (different vision of business expansion), selecting Chairulpun separate and establish their own business.

He is highly skilled in networking and organizing things is what makes the business grow. Once out of the PT Pariarti Shindutama Chairul reposition itself into three core businesses: financial, property, and multimedia.

Later he founded a group of companies with the name of the Group. The company has a core conglomeration Holdindo as fatherholding company, which is in charge of several sub-holding, namely the Global Investindo (business finance), The Core Investindo (media and investment) and the Core Propertindo (property).

Under the group, Chairul has a number of companies in various fields such as:

§  Mega Corpora
§  Perbankan
§  PT Bank Mega Tbk (Bank Mega)
§  PT Bank Syariah Mega Indonesia (Bank Mega Syariah)
§  Asuransi
§  PT Asuransi Jiwa Mega Life
§  PT Asuransi Umum Mega
§  Pasar modal
§  PT Mega Capital Indonesia
§  Pembiayaan
§  PT Para Multifinance
§  PT Mega Auto Finance
§  PT Mega Central Finance
§  Trans Corp
§  Trans Corpora Media
§  PT Televisi Transformasi Indonesia (Trans TV)
§  PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
§  PT Agranet Multicitra Siberkom (DetikCom)
§  PT Trans Lifestyle
§  PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk
§  PT Trans Fashion
§  PT Trans Mahagaya
§  PT Mahagaya Perdana (Prada, Miu Miu, Tod’s, Aigner, Brioni, Celio, Hugo Boss, Francesco Biasia, Jimmy Choo, Canali, Mango)
§  PT Trans F&B
§  PT Trans Coffee (The Coffee Bean & Tea Leaf)
§  PT Trans Ice
§  PT Naryadelta Prarthana (Baskin Robbins)
§  PT Metropolitan Retailmart (Metro department store)
§  PT Trans Airways
§  PT Trans Rekan Media
§  PT Trans Entertainment
§  PT Trans Property
§  PT Para Bandung Propertindo (Bandung Supermal)
§  PT Batam Indah Investindo
§  PT Karya Data Mandiri
§  PT Mega Indah Propertindo
§  PT Para Bali Propertindo
§  PT Trans Studio
§  PT Trans Kalla Makassar (Trans Studio Resort Makassar)
§  Trans Studio Resort Bandung
§  PT Trans Retail
§  PT Carrefour Indonesia
§  PT CT Global Resources
§  PT Para Inti Energy
§  PT Para Energy Investindo
§  PT CT Agro
§  PT Kaltim CT Agro
§  PT Kalbar CT Agro
§  PT Kalteng CT Agro
§  PT Arah Tumata
§  PT Wahana Kutai Kencana



Leading economic magazine Forbes released a list of the world's richest people in 2010 edition. according to the magazine, Chairul one of the world's richest man from Indonesia. Forbes stated that Chairul ranks 937th richest person in the world with total assets of U.S. $ 1 billion. In 2011, Forbes ranked Chairul 11 richest people in Indonesia, with total assets of U.S. $ 2.1 billion, and according to the latest data that I get from forbes in 2012 Chairul was 8th richest man in Indonesia and ranks 634 in the world with a fortune of 2 billion U.S. $ or equivalent to 19.3 trillion rupiah
On December 1, 2011, Chairul formalizing changes to the Group Corp CT. CT Corp consists of three sub-holding companies: Mega Corp, Trans Corp, and CT Global Resources that include financial services, media, retail, lifestyle, entertainment, and natural resources

History of Education
Here's more an educational background Chairul.
 SD Van Lith, Jakarta (1975)§
 SMP Van Lith, Jakarta (1978)§
 I Boedi Oetomo, Jakarta (1981)§SMA
 Faculty of Dentistry, University of Indonesia (1987)§
 Executive IPPM (MBA, 1993)§

Thought
Chairul said that in building a business, develop a network (network) is important. Having a partner (partner) is well needed. Building a relationship was not only to companies that are reputable, but also on an unknown though. For Chairul, a good friend will help evolve business processes undertaken. When business conditions are not good (read: quiet subscribers), the network can rely on. For Chairul, even friends with any official letter carriers is important.
In terms of investment, Chairul own idealism that local companies can be a company that can synergize with multinational companies. He does not shut himself to working with multinationals from abroad. For him, this is not an attempt to sell the country. However, this effort is a national company Indonesia can stand alone, and so the host country itself.
According to Chairul, capital is important in building and growing a business. For him, the willingness and hard work should be owned by someone who wants to succeed in business. But getting a reliable partner is everything. For him, as well as build trust by building integrity. This is where the importance of networking (networking) in running the business.
In business, Chairul said that the younger generation businesses should be patient, and willing to venture up the stairs one at a time. According to him, building a business is not like turning the palm of the hand. It takes a patience, and never give up. Do not let the many who take the instantaneous (instant), because in the business world patience is one key to steal the heart of the market. Build integrity is important for Chairul. It is human as he tried, someone wanted to get the result. Not all results can be received directly.

Book
Chairul life story was written in a book called "the son of cassava" book about the life journey of Chairul small to be successful as it is today, Thick book 360 pages published Publisher Compass (PBK) is compiled by Reuters reporters Tjahja Gunawan Adiredja. The book is given a foreword by Jakob Oetama, Founder and Superior General Kompas,
Chairul biography begins with the story of how in the midst of the limitations of the economic conditions, he was able to continue their education into college. Both parents are very strict in educating their children, parents have the principle, "To get out of poverty, education is a step that must be taken with all the resources and efforts." Whatever will they try so that their children can pursue higher education as The main provision of future life.
This book can be found at bookstores seaside at Rp 58,000, -
book by the author of the book entitled cassava because the child while still a child Chairul teased his friends as the children which means cassava plebeian children, but now the reality of the child cassava has transformed into an extraordinary entrepreneur, so what's in a name .......


Rita Apriliani Harsoyo
1661128
2SA04