Indonesia yang Saya Banggakan? Atau Sebaliknyakah?

image source : www.baladika.info
Miris jika saya melihat apa yang terjadi di Indonesia ini. Korupsi bukannya hal yang dihhindari, bahkan telah menjadi kebiasaan. Harus bagaimana? Rasanya ingin pindah saja. Indonesia yang selalu saya banggakan, tetapi kelakuan pemerintahnya sangat tidak pantas. Bayangkan saja, di negara kita ini banyak sekali homeless re: orang yang tidak mempunyai rumah, kemiskinan dimana-mana, anak-anak yang tidak bisa bersekolah, orang-orang yang tidak mampu. Tetapi pemerintahnya seperti tidak punya adat.
Korupsi uang negara miliaran rupiah dan maling ayam sama-sama tindak kejahatan pidana. Tapi saat pelaku kejahatan itu diproses hukum, umumnya maling dan juga pelaku tindak pidana lain, sering tertunduk atau menutup mukanya saat disorot kamera televisi.
Hal ini bertolak belakang dengan pejabat negara yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. Mereka tak jarang terlihat menebar senyum, melambaikan tangan, mengacungkan dua jempol jarinya, atau memberi salam metal saat disorot kamera televisi atau dijepret fotografer.
Mereka rata-rata mempunyai pendidikan yang tingi, bahkan sangat tinggi. Tapi bukannya dimanfaatkan untuk menjernihkan dan memperbaiki nama bangsa Indonesia, mereka sebaliknya. Merka tidak berpikir jika mereka sebagai pemerintah tugasnya adalah mengangkat dan mengayomi tugasnya sebagai petugas terhormat yang sangat diharapkan dapat menjunjung negara, memperbaiki tatanan negara, melindungi segenap bangsa. Kacau, mereka sebaliknya. Bahkan bisa pergi-pergi, jalan-jalan, cengar-cengir.
Lebih baik Indonesia dijajah Belanda dan Jepang sekalian, daripada merdeka. Ah, cuma namanya saja merdeka. Tapi kita ini terjajah. Ya, terjajah oleh pemerintahnya sendiri. Dikacaukan oleh pemerintahnya sendiri. Sedih bukan?
RITA APRILIANI HARSOYO
16611286
3SA04
Tidak ada komentar:
Posting Komentar