Jumat, 15 November 2013

5 Destination that I Want To Go To There!

South Korea

South Korea! Do you know about that place? Yuumm you must know that place. I love that place but not really with the artists there x(

This is the 5 destination in South Korea

1. Seoul
Seoul City is a business and cultural center in South Korea where skyscrapers tower over Buddhist temples. The Seoul Tower built on top of a peak in Namsan Park. Tea houses and shops of Insadong Korean style gives the sense of taste which can make you become more experience is with visit to the museum field and Gyeongbokgung. 

2. Jeju
Jeju is a place withunique attractions, This is not to shame! Jeju is a popular honeymoon destination for sunrises and romantic sunsets, mild climate and beautiful sandy beaches. Adventurers can climb to Baeknok lake on top of Mount Halla, the highest peak in South Korea. 










3. Busan




Busan is the second largest city in Korea. Tourists often come to this area to hike and visit Buddhist temples located deep in the mountains in the region. The Beomeosa Temple, founded in 678 AD, probably one of the most visited temples in the area and is always packed with pilgrims and tourists. For art enthusiasts, Busan offers several museums and historic buildings.

4. Kkotji Beach

Wide sandy beaches with many pine forests. Very beautiful, cool, and clean. I love the beach, so I really wanted to go there








5.Seongsan


Each January 1 beginning of the year is a great time to watch the sunrise when the number of tourists from across the country are very much at all.










RITA APRILIANI HARSOYO
16611286
3SA04

Tulisan Investigasi

PAUD MUTIARA KENCANA

Berniat untuk mendirikan PAUD, Ibu Meliawati mendirikan PAUD berkat motivasi orang di sekitarnya
“Berawal pada tahun 2009, saya mengikuti kegiatan PKK Desa Gunung Kencana, saya di arahkan untuk mendirikan dan memiliki sebuah PAUD binaan PKK Desa”. Ujar Ibu Meliawati seorang ibu rumah tangga di desa Gunung Kencana. Dia seorang ibu yang bermotifasi sangat besar, mempunyai keinginan yang kuat untuk mendirikan sebuah PAUD karena melihat anak-anak usia dini di kampungnya yang belum mendapatkan pendidikan usia dini.
“Dengan motivasi anak-anak yang berada di lingkungan tempat tinggal saya dan dorongan dari pengurus PKK Kab. Lebak, dengan tekad dan niat yang bulat dan tulus saya dirikan PAUD dengan nama Mutiara Kencana” ujar ibu Meliawati dengan tersenyum. Beliau termotivasi dari orang-orang di sekitarnya yang selalu memberikan semangat. Beliau bercerita bahwa nama “Mutiara Kencana” diambil untuk mengenang anaknya yang bontot yang bernama Mutiara.

Hanya Berbekal Keikhlasan dan Harapan Ingin Mencerdaskan Anak-anak Usia Dini di Sekitarnya
Tempat mereka belajar adalah tempat yang sederhana pada saat itu, mereka belajar dan bermain bersama dengan riang walaupun berada pada tempat yang kurang memadahi. Dengan 2 orang tutor yaitu Ibu Meliawati dan temannya yang bernama Sri Andayani, anak-anak bermain dan belajar di garasi samping rumah Ibu Meliawati. Ibu Meliawati bercerita bahwa beliau tidak mendapatkan honor dari manapun, dia dan temannya mengajar dengan ikhlas dan ingin mencerdaskan anak-anak di Kampungnya yang tidak mendapat layanan pendidikan anak usia dini.
“Pada tahun 2010, kami mengajarkan ijin operasional ke Dinas Kab. Lebak”. tutur Ibu Meliawati. Ibu Meliawati berkata, baru pada tahun 2011 kami mendapatkan legitimasi berupa izin operasional penyelenggaraan PAUD Mutiara Kencana.

Bangga dan Senang Karena PAUD Mutiara Telah Diakui
“Dengan terbitnya Ijin operasional, kami merasa bangga dan senang karena berarti PAUD kami sudah diakui keberadaannya oleh Dinas Kabupaten”. Ibu Meliawati berkata. Seiring waktu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mutiara Kencana berjalan selama itu anak-anak dan tutor bersemangat dalam belajar meski dengan sarana dan prasarana yang terbatas. Melihat animo orangtua untuk menyertakan anak-anaknya belajar di PAUD Mutiara Kencana, mereka berupaya sekuat tenaga untuk mendapatkan layanan PAUD yang layak. Akhirnya pada tahun 2012, mereka mengajukan permohonan bangunan gedung PAUD kepada Direktorat PAUDNI Kemdikbud. “Alhamdulillah, permohonan kami dikabulkan”. tutur Ibu Meliyawati dengan tersenyum.
Pada bulan Mei 2012, mereka mendapatkan undangan untuk mengikuti Bin. Tek. Pemb. UGB PAUD tahun 2012. Satu bulan kemudian, mereka melaksanan pembangunan UGB PAUD Tahun 2012.

“Kami berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan gedung yang representatif sesuai dengan Juknis yang kami terima, kiranya harapan dan impian kami selama ini mendapat ridho dari Tuhan YME”
Begitulah ucapan yang keluar dari Ibu Meliyawati dengan semangat yang membara. Mereka terus berjuang dan sangat bersyukur atas apa yang mereka dapatkan. Perjuangan mereka berbuah hasil, gedung yang mereka bangun dari bantuan APBN di luar prediksi mereka, rupanya gedung mereka menjadi sample pembangunan Unit Gedung Bangunan PAUD periode berikutnya.  “Di samping rasa bangga sekolah kami mendapatkan sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih dari memadahi, ada rasa prihatin bagi saya sebagai pengelola PAUD”. Ibu Meliyawati berkata. Rupanya, Ibu Meliyawati belum mampu memberikan imbalan yang layak kepada para tutornya. Mereka baru bisa dibiayai Rp. 100.000,- perbulan karena partisipasi orangtua kepada lembaga hanya Rp. 20.000,- perbulan.
“Keinginan saya meningkatkan kesejahteraan mereka agar mereka mengasuh peserta didik PAUD ini dengan lebih baik lagi, kami ingin mengupayakan penghasilan untuk para tutor saya dengan beternak itik”. Tutur Ibu Meliyawati.
“Kiranya ada pihak-pihak yang berkenan memberikan bantuan modal untuk menjalankan rencana kami sangat kami nantikan”. Ibu Meliyawati berkata.
Harapan mereka yang lain adalah lembaga mereka segera mendapatkan legistimasi dari pihak pemerintah pusat berupa :
-         NPSN untuk PAUD Mutiara Kencana
-         NUPTK untuk para tenaga pendidik mereka


Rita Apriliani Harsoyo
16611286
3sa04


Jurnalistik - Opini

Indonesia yang Saya Banggakan? Atau Sebaliknyakah?


image source : www.baladika.info

Miris jika saya melihat apa yang terjadi di Indonesia ini. Korupsi bukannya hal yang dihhindari, bahkan telah menjadi kebiasaan. Harus bagaimana? Rasanya ingin pindah saja. Indonesia yang selalu saya banggakan, tetapi kelakuan pemerintahnya sangat tidak pantas. Bayangkan saja, di negara kita ini banyak sekali homeless re: orang yang tidak mempunyai rumah, kemiskinan dimana-mana, anak-anak yang tidak bisa bersekolah, orang-orang yang tidak mampu. Tetapi pemerintahnya seperti tidak punya adat.

Korupsi uang negara miliaran rupiah dan maling ayam sama-sama tindak kejahatan pidana. Tapi saat pelaku kejahatan itu diproses hukum, umumnya maling dan juga pelaku tindak pidana lain, sering tertunduk atau menutup mukanya saat disorot kamera televisi. 

Hal ini bertolak belakang dengan pejabat negara yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. Mereka tak jarang terlihat menebar senyum, melambaikan tangan, mengacungkan dua jempol jarinya, atau memberi salam metal saat disorot kamera televisi atau dijepret fotografer. 

Mereka rata-rata mempunyai pendidikan yang tingi, bahkan sangat tinggi. Tapi bukannya dimanfaatkan untuk menjernihkan dan memperbaiki nama bangsa Indonesia, mereka sebaliknya. Merka tidak berpikir jika mereka sebagai pemerintah tugasnya adalah mengangkat dan mengayomi tugasnya sebagai petugas terhormat yang sangat diharapkan dapat menjunjung negara, memperbaiki tatanan negara, melindungi segenap bangsa. Kacau,  mereka sebaliknya. Bahkan bisa pergi-pergi, jalan-jalan, cengar-cengir. 

Lebih baik Indonesia dijajah Belanda dan Jepang sekalian, daripada merdeka. Ah, cuma namanya saja merdeka. Tapi kita ini terjajah. Ya, terjajah oleh pemerintahnya sendiri. Dikacaukan oleh pemerintahnya sendiri. Sedih bukan?


RITA APRILIANI HARSOYO
16611286
3SA04

Tulisan News

Aturan Investasi Minuman Beralkohol akan Dilonggarkan

Rapat Koordinasi Perekonomian sudah memutuskan untuk membuka sejumlah sektor yang selama ini tertutup. Bandar udara dan pelabuhan kini bisa dikelola asing seratus persen. Investor asing juga diberi keleluasaan masuk ke terminal barang, terminal darat, dan periklanan. Kalau tak ada aral melintang, keputusan itu akan dituangkan dalam revisi Perpres Daftar Negatif Investasi (DNI). Kebijakan terakhir terkait adalah Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010.
Selain kelima sektor tadi, Pemerintah juga melonggarkan aturan kepemilikan saham di 10 bidang usaha. Kepala BKPM Mahendra Siregar menyebut antara lain industri farmasi, wisata alam, distribusi film, dan lembaga keuangan.
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa, mengakui salah satu bidang usaha yang akan direlaksasi adalah minuman beralkohol. Tetapi buru-buru Hatta menimpali kelonggaran itu tak diperuntukkan bagi investor baru. “Kami tak memberikan izin untuk pendatang baru,” ujarnya, usai rapat koordinasi, Rabu (06/11) pekan lalu.
Dijelaskan Hatta, relaksasi aturan investasi minuman beralkohol hanya untuk melayani kepentingan perhotelan, sekaligus menghindari kebijakan impor. Kebijakan itu tampaknya merupama respon pemerintah atas demand minuman beralkohol baik di dalam negeri maupun di luar.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurti mengatakan, Pemerintah akan melihat respon pasar ketika minuman beralkohol benar-benar dibuka. “Tapi ini kita (pemerintah) buka minuman beralkohol dan kita lihat nanti bagaimana respon market-nya,” kata Bayu di Jakarta, Kamis (7/11), kemarin.
Pemerintah, kata Bayu, akan mengembangkan kebijakan minuman beralkohol setelah melihat respon pasar. Satu hal yang perlu digarisbawahi, pemeringtah ingin kebutuhan minuman beralkohol diproduksi di dalam negeri ketimbang impor. Namun yang tak kalah penting, kata Bayu,  pengawasan. Setelah direlaksasi, pengawasan terhadap minuman beralkohol harus diperkuat.
Berdasarkan catatan hukumonline, rencana relaksasi aturan minuman beralkohol ini muncul tidak lama setelah DPR mulai membahas RUU Pengaturan Minuman Beralkohol. Maret lalu, Badan Legislasi DPR mulai membahas draf RUU tersebut.
Cuma, semangat RUU ini bisa jadi agak berbeda dengan relaksasi yang sekarang digagas Pemerintah. RUU Pengaturan Minuman Beralkohol justru ingin memperketat pengawasan dan perizinan minuman beralkohol.
Anggota Badan Legislasi DPR, Harry Witjaksono, mengatakan selama ini aturan tentang minuman beralkohol tersebar di beberapa peraturan. Diantaranya, UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan Permen Perindustrian No. 71/M-IND/PER/7/2012 tentang Pengendalian dan Pengawasan Industri Minuman Beralkohol.

Rita Apriliani Harsoyo
16611286
3SA04

Tulisan Feature

          

Keterbatasan Bukan Segalanya, Bersyukurlah

           Saat kumandang azan Dhuhur bergema di langit Parung Bogor, seorang pria paruh baya bergegas meninggalkan perkebunan jambu  biji menuju rumah sederhana untuk sholat dan melepas lelah sejenak. Nampak wajah dan kaos biru yang melekat ditubuhnya dibasahi keringat karena udara siang itu begitu menyengat kulit.

           Rupanya, Ajit (53) baru saja selesai menyemprot alang-alang di perkebunan jambu biji dengan luas 12 hektar yang tak jauh dari wilayah program Zona Madina milik Dompet Dhuafa. Sudah 11 tahun ini, Ajit bekerja sebagai penjaga perkebunan milik Bedu Amang, bekas Menteri Bulog era Soeharto. “Tugas saya merawat kebun, mencangkul, memangkas rumput dan memberi pupuk serta memanen buah,” ujar Ajit.

           Di kebun yang ditanami 5,000 pohon jambu, 1,000 pohon jeruk dan 800 pohon belimbing itu hanya ditangani 10 orang. Ajit menceritakan, dulu  perawatan kebun sebenarnya dikerjakan oleh 23 orang. Namun kini sudah berkurang karena para pekerja harian kurang cocok dengan gaji yang diterima. Menurutnya, sejak beroperasi tahun 2000 hingga saat ini upah tenaga kerja harian tidak pernah naik dan hanya di gaji 20 ribu rupiah. “Tidak ada kenaikan gaji,” kata Ajit singkat.

          Namun pria asli Cirebon ini lebih bersyukur, karena gaji harian yang diterimanya lebih besar dibanding rekan-rekan kerja lain. Aji bekerja dari pukul 08.00 – 16.00 WIB, dari pekerjaan yang menguras tenaga ini hanya dihargai 32,500 rupiah per hari. “Alhamdulillah, walau sering kekurangan saya tetap bersyukur atas rezeki yang didapat,” kata Ajit penuh syukur.

         “Walau digaji kecil, saya harus tetap bekerja karena kalau tidak masuk kerja, maka kasihan anak istri harus menahan lapar,” ungkap Ajit. Menurutnya, tiap hari harus mengeluarkan minimal uang 25 ribu rupiah untuk belanja beras satu liter dan belanja sayuran 20 ribu rupiah. Tapi kalau ditambah dengan biaya sekolah anak bisa lebih dari itu.

         Walau dalam keterbatasan perekonomian keluarga, Ajit tetap bersabar dan menjalin hubungan baik dengan para tetangga, sehingga jika ada tetangga yang datang malam-malam minta jambu untuk obat tetap dilayaninya, “Kasihan mereka minta jambu untuk obat demam berdarah,” katanya.

         Karena kebaikannya ini, dia dikenal banyak orang hingga lingkungan aparat desa. Suatu hari, pria yang pernah berjualan es buah ini mendapat kabar baik dari Anan Sugiono, Kepala Dusun RT 03/ RW 04 Kelurahan Jampang Parung Bogor, bahwa ada program pemberdayaan peternak dari Kampoeng Ternak Jejaring Dompet Dhuafa. Dan menyarankan Ajit untuk mendafar dalam program ini.

          Ajit tidak menyiakan kesempatan baik ini, bergegas dia langsung mendaftar. Selama proses seleksi, Dia selalu mengikuti agenda rapat tiap pekan sekali dengan para penerima manfaat lainnya. Ajit mengungkapkan dalam rapat dibahas materi-materi skill seputar pemeliharaan dan perawatan domba/ kambing juga materi keagamaan, “Materi agama yang disampaikan sangat menyentuh hati, karena mengingatkan akan kebesaran dan kemurahan rezeki Allah SWT,” imbuhnya.


Rita Apriliani Harsoyo
16611286
3SA04

Kamis, 07 November 2013

Conversation between me and tourists

This conversation is between tour guide and tourists from Philippine, Here I am being the tour guide and I explain and tell the tourists about beautiful place at Pulau Seribu.

Me : Hallooo, selamat pagi, welcome to Indonesia. Are you Mr. and Mrs. Joseph? If I'm right, I am your tour guide here.

Mr. and Mrs. Joseph : Yes, we are. Let me know your name?

Me : I'm right? Yaaa I want to tell my name. My name is Rita, I am tour guide in this place and I know much beautiful place here.

Mr. Joseph : Yes this place look so beautiful seems like my hometown, Philippine.

Me : Really? Yes, we are on same country, Asia. So I think the beautiful of our place is seems resemble.

Mr. Joseph : Yes, Indonesia is beautiful place my friends says that. So I want to spend my holiday with my lovely wife here.

Me : Yes, my country is so beautiful i think. As a tour guide, I know much about Indonesia.

Mrs. Joseph : Hahaa, I know you're great tour guide. So, lets we go to somewhere attractive!

Me : Wait, in this island, Indonesia has much Island here. Tidung, Pari, and Pramuka Island. So where we'll go? Tidung Island, Pari Island, or Pramuka Island?

Mr. Joseph : Show me the most beautiful place between that islands.

Me : Ummmmm, I think we must go to Tidung Island, that island more familiar then the others. Ok, that's our speed boat. We can arrive here at least 1 hour with this.

Mrs. Joseph : This boat is safe? Ok I believing you Rita.

1 hour later.....

Me : Here we are! welcome to Tidung Island, let me show you your inn. Yo can stay and get some rest.

Mr. and Mrs. Joseph : What a beautiful place! Ok lets go there!

Me : Mr. and Mrs. Joseph, this is your inn. This is my phone cell so if you need some help, you can call me.

Mrs. Joseph : Oh thank you so much Rita. I'll call you if I need some help.

Me : Ok Mr. and Mrs Joseph, get happy holiday!

Mrs. Joseph : Thank you Rita, see you!

Me : See you Maam!


RITA APRILIANI HARSOYO
16611286
3SA04
SOFTSILL KEPARIWISATAAN